SEO6 menit baca

Cara Riset Keyword untuk Bisnis Lokal Tanpa Tools Berbayar

Tayang:
Diperbarui:

Ditulis oleh:

Direview oleh:

Jonathan Anderson T.Expert Reviewer
Bagikan artikel ini:
Pemilik toko roti sedang riset keyword di laptop

Riset keyword adalah langkah awal penting sebelum membuat konten digital. Meskipun ada banyak tool berbayar, Anda tetap bisa memulai riset keyword untuk bisnis lokal dengan cara manual yang efektif. Artikel ini membahas cara memulai riset keyword tanpa biaya tambahan, mulai dari memahami kebutuhan bisnis, mencari kata kunci relevan, hingga menentukan prioritas konten yang tepat.

1. Pahami kebutuhan bisnis Anda

Sebelum mencari keyword, kenali dulu siapa target audiens Anda dan apa yang mereka cari. Bisnis lokal seperti toko makanan, jasa servis, atau klinik kecantikan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Misalnya, jika Anda memiliki toko makanan di Jakarta Selatan, target Anda mungkin orang-orang yang mencari “restoran dekat sini” atau “menu makan siang murah”.

Sebelum lanjut, jawab tiga pertanyaan ini:

  • Siapa pelanggan utama Anda dan di area mana mereka berada?
  • Masalah apa yang ingin mereka selesaikan?
  • Kata apa yang mereka pakai saat bertanya ke teman atau di media sosial?

2. Gunakan Google Autocomplete

Ketikkan kata kunci utama Anda di Google, lalu lihat saran yang muncul. Fitur autocomplete ini menunjukkan apa yang paling sering dicari orang. Contohnya, jika Anda mengetik “cuci ac”, Google mungkin menyarankan “cuci ac jakarta”, “cuci ac bandung”, atau “cuci ac murah”. Ini membantu Anda menemukan long-tail keyword yang spesifik dan memiliki kompetisi lebih rendah.

Catat pola yang muncul

Salin setiap saran ke spreadsheet sederhana, lalu kelompokkan berdasarkan lokasi, harga, atau jenis layanan. Pola yang paling sering muncul adalah topik yang paling layak dibuatkan konten.

Kelompokkan saran autocomplete berdasarkan pola supaya prioritas kontennya terlihat.
Kelompokkan saran autocomplete berdasarkan pola supaya prioritas kontennya terlihat.

Untuk membandingkan dua keyword, buka Google Trends dan pilih wilayah Indonesia. Anda bisa melihat keyword mana yang lebih sering dicari dan kapan minatnya naik.

3. Analisis kompetitor

Lihat website kompetitor Anda. Perhatikan judul halaman, deskripsi meta, dan subjudul mereka. Ini memberikan gambaran tentang keyword apa yang mereka targetkan. Jangan lupa untuk mencatat juga kekurangan konten mereka, sehingga Anda bisa membuat konten yang lebih lengkap dan relevan.

Lakukan tiga langkah ini untuk setiap keyword utama:

  1. Cari keyword utama Anda di Google dan buka tiga hasil teratas.
  2. Catat judul, deskripsi meta, dan subjudul di setiap halaman.
  3. Tandai topik yang belum mereka bahas, lalu jadikan bahan konten Anda.

4. Prioritaskan keyword lokal

Jika bisnis Anda berfokus pada area tertentu, pastikan untuk menyertakan nama kota atau wilayah. Misalnya, “jasa fotocopy jakarta timur” atau “kursus memasak bogor”. Keyword lokal memiliki volume pencarian yang lebih kecil, tapi konversinya lebih tinggi karena orang yang mencari biasanya sudah siap untuk melakukan aksi.

Keyword lokal memang jarang dicari, tapi orang yang mengetiknya biasanya sudah siap datang ke toko Anda.

— *Jonathan Anderson T., SEO Lead & Editorial Reviewer*

Kalau website Anda belum juga muncul di hasil pencarian, cek penyebabnya di artikel kenapa website belum muncul di halaman pertama Google.

Penutup

Riset keyword tanpa tools berbayar memang membutuhkan waktu lebih lama, tapi hasilnya sangat berharga. Dengan memahami kebutuhan audiens dan menggunakan sumber daya gratis seperti Google, Anda bisa membuat konten yang relevan dan meningkatkan visibilitas bisnis lokal Anda di mesin pencari.

Bagikan artikel ini

Tulis Komentar

Komentar akan melalui moderasi tim editorial sebelum ditampilkan. Tautan otomatis diberi atribut rel="ugc nofollow".


Komentar (2)

Rizky Pratama
Artikel yang sangat membantu! Penjelasannya lengkap dan mudah dipahami. Setelah mengikuti langkah-langkahnya, website saya akhirnya sudah muncul di Google. Terima kasih tim Optimark!
Siti Nurhaliza
Informasinya sangat jelas dan praktis. Apakah ada tips tambahan untuk website baru yang masih belum terindeks sama sekali?